Segala Sesuatu Ada Waktunya
Demikian kalimat yang terngiang di benak ini beberapa waktu belakangan. Semuanya sudah di atur Tuhan sesuai rencana agung-Nya.
Ketika memutuskan untk pulang ke Indonnesia, ada rasa seperti seorang Prajurit yang mundur dari medan laga, ada rasa kalah karena belum menyelesaikan impian-impian yang pernah di angankan, namun kembali lagi, ketika berdiri di atas keyakinan akan "penetapan waktu-Nya Tuhan" maka segala sesuatu menjadi baik-baik saja.
Sudah waktunya bagi saya untuk menyerahkan tugas pelayanan ini kepada rekan lain yang lebih kapable. Bagian saya membersihan lahan, menanam bibit dan memeliharanya hingga besar, kini seseorang lain yang ditugaskan Tuhan untuk merawatnya hingga menghasilkan buah yang tetap.
Terimakasih Tuhan untuk penetapan agung-Mu, yang sudah berlangsung didalam kekekalan. Ajar kami untuk menaruh harap hanya kepada-Mu.
Amin!
Menjadi "Surat Terbuka": Harmoni Antara Ketegasan dan Santun dalam
Komunikasi Hamba Tuhan
-
Dalam khazanah pelayanan, seringkali muncul dikotomi yang keliru: bahwa
komunikasi yang "sopan" adalah komunikasi yang bertele-tele, sementara
komunikasi...
2 minggu yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar